Putu Ayu Cap Nona, Manisnya Kreativitas UMKM Telukawur Menuju Produk Unggulan Desa
TELUKAWUR, 4 Oktober 2026 — Kreativitas pelaku UMKM Desa Telukawur terus menghadirkan warna baru dalam pengembangan produk kuliner lokal. Salah satunya melalui Kue Putu Ayu Cap Nona, sajian tradisional yang dikembangkan dengan sentuhan kreativitas dan menjadi bagian dari potensi produk unggulan Desa Telukawur.
Kue Putu Ayu Cap Nona diperkenalkan dalam kegiatan Dekranasda, Minggu (4/10/2026). Kehadirannya menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk kuliner lokal sekaligus memperkuat keberadaan UMKM Telukawur di tengah peluang pasar yang terus berkembang.
Tradisional, Kreatif, dan Bernilai Ekonomi
Putu Ayu merupakan salah satu jajanan tradisional yang telah dikenal luas masyarakat. Teksturnya yang lembut dan perpaduan cita rasa khas menjadikannya tetap relevan untuk dikembangkan sebagai produk kuliner masa kini.
Melalui Cap Nona, sajian tradisional tersebut menjadi bagian dari kreativitas UMKM Desa Telukawur. Produk lokal seperti ini memiliki peluang untuk terus dikembangkan melalui peningkatan kualitas, variasi penyajian, kemasan, dan strategi pemasaran.
Kekuatan produk UMKM tidak hanya terletak pada rasa, tetapi juga pada kemampuan membangun identitas. Nama Cap Nona menjadi bagian dari branding yang dapat membantu konsumen mengenali produk sekaligus menghubungkannya dengan kreativitas pelaku usaha lokal.
Dekranasda Buka Ruang Promosi UMKM
Keterlibatan Kue Putu Ayu Cap Nona dalam kegiatan Dekranasda menjadi momentum untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat sekaligus membuka ruang jejaring bagi pelaku UMKM.
Ruang promosi seperti ini penting untuk memperluas pengenalan produk, mendapatkan respons konsumen, serta membangun peluang kerja sama. Dari sebuah kegiatan, pelaku UMKM dapat memperoleh pengalaman sekaligus inspirasi untuk mengembangkan produk berikutnya.
Penguatan UMKM juga membutuhkan kesinambungan. Konsistensi kualitas, kebersihan produksi, kemasan yang menarik, pelayanan, serta pemanfaatan pemasaran digital menjadi bagian penting dalam perjalanan produk lokal menuju pasar yang lebih luas.
Perempuan Kreatif, UMKM Semakin Berdaya
Perkembangan produk kuliner lokal tidak terlepas dari kreativitas dan ketekunan para pelaku usaha. Bagi perempuan, kegiatan UMKM juga dapat menjadi ruang untuk mengembangkan keterampilan sekaligus menciptakan peluang ekonomi.
Kue Putu Ayu Cap Nona menjadi salah satu contoh bahwa produk tradisional dapat tetap memiliki tempat ketika dikembangkan dengan kreativitas dan dikelola secara konsisten.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai pemberdayaan yang terus didorong melalui berbagai aktivitas PKK dan ekosistem ekonomi kreatif desa: memberikan ruang bagi perempuan untuk berkarya, berinovasi, dan berkontribusi terhadap ekonomi keluarga serta masyarakat.
Dari Telukawur untuk Pasar yang Lebih Luas
Telukawur memiliki beragam potensi produk lokal. Kehadiran Kue Putu Ayu Cap Nona menambah kekayaan kuliner yang dapat diperkenalkan sebagai bagian dari identitas UMKM desa.
Dengan pengembangan yang berkelanjutan, produk tradisional tidak harus berhenti sebagai jajanan rumahan. Ia dapat tumbuh menjadi produk bernilai ekonomi, memiliki identitas merek, dan menjangkau konsumen yang lebih luas.
Dari kelembutan Putu Ayu, tumbuh cerita tentang kreativitas. Dari Cap Nona, lahir semangat UMKM Telukawur untuk terus berinovasi dan naik kelas.
Smart Kartini — Lestarikan Kuliner Tradisional, Kembangkan Kreativitas, Kuatkan UMKM Lokal.