pembuatan batik Blencong Damarwulan
Kegiatan pembuatan Batik Blencong Damarwulan merupakan proses pelestarian budaya sekaligus pengembangan kreativitas dalam menghasilkan karya batik khas yang mengangkat nilai-nilai sejarah dan kearifan lokal. Motif Blencong Damarwulan terinspirasi dari tokoh Damarwulan dan filosofi blencong (lampu tradisional dalam pertunjukan wayang) yang melambangkan cahaya, kebijaksanaan, keberanian, dan harapan.
Proses pembuatan batik diawali dengan penyiapan alat dan bahan, seperti kain mori, malam (lilin batik), canting, kompor, wajan kecil, serta pewarna batik. Selanjutnya dilakukan pembuatan pola motif pada kain sesuai desain yang telah ditentukan. Setelah pola selesai, dilakukan proses mencanting untuk menutup bagian-bagian tertentu menggunakan malam agar tidak terkena warna.
Tahap berikutnya adalah proses pewarnaan kain sesuai kombinasi warna yang diinginkan. Setelah pewarnaan selesai, kain dikeringkan, kemudian dilakukan proses pelorodan, yaitu menghilangkan lapisan malam dengan cara merebus kain dalam air panas. Setelah malam terlepas seluruhnya, kain dicuci bersih, dijemur hingga kering, lalu dilakukan tahap penyelesaian berupa penyetrikaan dan pemeriksaan kualitas hasil batik.
Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis dalam membatik, tetapi juga memahami makna filosofis motif Blencong Damarwulan sebagai bagian dari warisan budaya yang perlu dijaga dan dilestarikan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan apresiasi terhadap seni batik, menumbuhkan jiwa kreatif dan kewirausahaan, serta memperkuat identitas budaya lokal di tengah perkembangan zaman.