Kebaktian Komisi Wanita GITJ Balongarto Karanggondang: Penguatan Iman melalui Firman Tuhan, Arisan, dan Latihan Koor
Komisi Wanita GITJ Balongarto Desa Karanggondang melaksanakan kegiatan kebaktian rutin pada Jumat, 7 Agustus 2026. Kegiatan diawali dengan ibadah bersama yang diisi dengan penyampaian firman Tuhan dengan tema Mengapa Kita Bisa Stre.
Melalui firman Tuhan tersebut, para anggota diajak untuk memahami berbagai hal yang dapat menjadi penyebab stres dalam kehidupan sehari-hari, baik karena persoalan keluarga, pekerjaan, tanggung jawab, maupun berbagai permasalahan yang dihadapi.
Firman Tuhan menjadi penguatan agar setiap anggota mampu menghadapi tekanan kehidupan dengan tetap mengandalkan Tuhan, menjaga hati dan pikiran, serta membangun sikap saling mendukung dan menguatkan di antara sesama anggota Komisi Wanita.
Setelah kegiatan kebaktian dan penyampaian firman Tuhan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan arisan Komisi Wanita.
Kegiatan arisan tidak hanya menjadi sarana untuk menjalankan kegiatan organisasi secara rutin, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para anggota untuk berkumpul, bersilaturahmi, berbagi cerita, serta mempererat rasa kebersamaan dan kekeluargaan.
Suasana kebersamaan yang terjalin diharapkan dapat memberikan dukungan sosial bagi setiap anggota, sehingga tidak merasa menghadapi berbagai persoalan kehidupan seorang diri. Melalui pertemuan rutin seperti ini, komunikasi dan hubungan antaranggota semakin baik serta kebersamaan dalam menjalankan kegiatan Komisi Wanita GITJ Balongarto dapat terus terpelihara.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan latihan koor sebagai persiapan pelayanan dalam kegiatan-kegiatan gerejawi.
Para anggota berlatih bersama untuk meningkatkan kekompakan, keselarasan suara, dan kesiapan dalam memberikan pelayanan melalui puji-pujian.
Latihan koor juga menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus mempererat kebersamaan antaranggota.
Secara keseluruhan, kegiatan Komisi Wanita GITJ Balongarto ini tidak hanya menjadi sarana untuk memperdalam iman melalui firman Tuhan, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun kebersamaan, saling menguatkan, dan mengembangkan kemampuan dalam pelayanan gereja.