Ditenun Indah oleh Tangan Tuhan: Menghargai Diri dan Merayakan Karya Agung-Nya
Dalam kehidupan sehari-hari, wanita sering kali dihadapkan pada berbagai standar dunia yang memicu rasa tidak percaya diri, kecemasan, atau bahkan perasaan tidak berharga. Melalui perenungan Mazmur 139:13 dan 14 pada Kebaktian Komisi Wanita GITJ Balongarto Karanggondang hari ini, kita diingatkan kembali akan hakikat keberadaan kita yang sangat istimewa. Allah tidak hanya menciptakan kita secara kebetulan, melainkan menenun setiap dari kita dengan penuh ketelitian, kasih, dan tujuan yang mulia sejak kita masih berada di dalam kandungan ibu.
Keajaiban ciptaan Tuhan tidak hanya terlihat pada alam semesta yang terhampar luas, tetapi terpancar nyata dalam setiap helai nafas dan keberadaan diri kita. Pemazmur dengan penuh rasa hormat dan kagum menyatakan bahwa kita diciptakan secara dahsyat dan ajaib. Pengakuan ini mengajar kaum wanita untuk berhenti membandingkan diri dengan orang lain dan mulai memandang diri sendiri melalui kacamata Allah—sebagai mahakarya yang sangat berharga, unik, dan dikasihi tanpa syarat.
Sebagai wanita gereja yang hidup di tengah dinamika keluarga dan masyarakat, pemahaman ini menjadi pondasi yang kokoh untuk bersyukur dan melayani. Mari kita jadikan setiap karya dan perjalanan hidup kita sebagai wujud pujian bagi Pembuat jiwa kita. Ketika wanita GITJ Balongarto Karanggondang menyadari betapa indahnya karya Tuhan dalam diri mereka, semangat kasih dan rasa syukur itu akan melimpah untuk memberkati keluarga, jemaat, dan lingkungan sekitar.