Deteksi dini tumbuh kembang pada Anak
Kader posyandu desa demangan
Mengadakan Deteksi dini tumbuh kembang pada anak di KB / RA MAFATIHUL AKHLAQ DEMANGAN
Deteksi dini tumbuh kembang pada anak PAUD adalah upaya untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak usia 3–6 tahun secara berkala agar setiap keterlambatan atau penyimpangan dapat diketahui sedini mungkin dan segera ditangani.
Tujuan
Mengetahui apakah pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai dengan usianya.
Mendeteksi sejak dini adanya gangguan tumbuh kembang.
Memberikan stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan anak.
Menentukan apakah anak perlu dirujuk ke tenaga kesehatan atau ahli untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Aspek yang Dinilai
Pertumbuhan
Berat badan
Tinggi badan
Indeks Massa Tubuh (IMT) sesuai usia
Status gizi
Perkembangan
Motorik kasar: berlari, melompat, naik turun tangga.
Motorik halus: menggambar, menggunting, menyusun balok.
Bahasa: berbicara, memahami perintah, bercerita.
Kognitif: mengenal warna, angka, bentuk, memecahkan masalah sederhana.
Sosial-emosional: bermain bersama teman, berbagi, mengendalikan emosi.
Kemandirian: makan sendiri, memakai pakaian, menjaga kebersihan diri.
Cara Melakukan Deteksi Dini
Mengukur berat badan dan tinggi badan secara berkala.
Mengamati kemampuan anak saat bermain dan belajar.
Menggunakan instrumen skrining perkembangan, seperti Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) sesuai usia.
Berdiskusi dengan orang tua mengenai perkembangan anak di rumah.
Berkoordinasi dengan tenaga kesehatan bila ditemukan keterlambatan.
Tanda-Tanda yang Perlu Diwaspadai
Kesulitan berjalan, berlari, atau melompat dibanding teman seusianya.
Sulit berbicara atau tidak mampu menyusun kalimat sederhana.
Tidak mampu mengikuti instruksi sederhana.
Tidak tertarik bermain dengan teman atau sulit berinteraksi.
Kesulitan memegang pensil, menggambar, atau menggunakan gunting.
Kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasai.