Smart Kartini Logo SMART KARTINI
Dari Telukawur ke Pekalongan, Batik Jepara Perkuat Jejaring Kreatif di KREAKOTA 2026
02 October 2026 Desa Telukawur, Kec. Tahunan

Dari Telukawur ke Pekalongan, Batik Jepara Perkuat Jejaring Kreatif di KREAKOTA 2026

#Dekranasda
Desa Telukawur
Kontributor Desa Telukawur TP PKK Desa Telukawur, Kec. Tahunan

PEKALONGAN, 2 Oktober 2026 — Semangat memperkuat ekosistem batik dan ekonomi kreatif mempertemukan para pelaku dan penggerak batik Jepara dalam rangkaian Apel Hari Batik KREAKOTA 2026 – Crafting Creative Connections yang digelar di Museum Batik Pekalongan, Jumat (2/10/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP. PKK Desa Telukawur, Ny. Dwi Supriyati Rokhman, yang hadir mendampingi undangan dari Dekranasda Kabupaten Jepara. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring sekaligus memperkenalkan potensi batik dan produk kreatif Jepara dalam ruang kolaborasi antardaerah.

Agenda KREAKOTA 2026 dilaksanakan menindaklanjuti Surat Wali Kota Pekalongan Nomor B/179/500.13/2026 tentang Undangan KREAKOTA 2026. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Dekranasda Kabupaten Jepara melaksanakan hibah batik kepada Dekranasda Kota Pekalongan sebagai bagian dari semangat membangun hubungan dan koneksi kreatif antara dua daerah yang memiliki kekayaan tradisi batik.

Memperkuat Silaturahmi Kreatif Antarwilayah

KREAKOTA 2026 dengan tema Crafting Creative Connections menjadi ruang pertemuan yang tidak hanya mengangkat batik sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat.

Bagi Jepara, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk membawa ragam karya batik lokal ke ruang yang lebih luas. Keikutsertaan unsur pemerintah, TP. PKK, pengelola galeri, pelaku usaha batik, hingga perwakilan program pengembangan keterampilan menunjukkan bahwa pengembangan batik membutuhkan kolaborasi lintas unsur.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan Jepara terdiri atas unsur Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan yang juga merupakan pengurus Dekranasda Kabupaten Jepara, pengelola Galeri Dekranasda Jepara, Disperindag Kabupaten Jepara, TP. PKK Kecamatan Mlonggo, TP. PKK Desa Telukawur, serta sejumlah pelaku dan perajin batik Jepara.

Sejumlah pelaku batik yang turut hadir antara lain Nalendra Galeri, Hasna Batik, Safana Batik, Batik Ciprat Waluyotomo, Batik Mapan, serta perwakilan alumni Program PKW Kemendikdasmen RI 2026.

Batik Telukawur dalam Jejaring Ekonomi Kreatif

Kehadiran Ny. Dwi Supriyati Rokhman menjadi bagian penting dalam membawa perspektif pemberdayaan masyarakat melalui TP. PKK. Desa Telukawur sendiri terus mendorong pengembangan potensi lokal, termasuk batik sebagai salah satu produk budaya dan ekonomi kreatif desa.

Batik tidak sekadar dipandang sebagai produk sandang, tetapi juga sebagai media untuk memperkenalkan identitas, kreativitas, dan potensi masyarakat desa. Karena itu, jejaring antardaerah seperti KREAKOTA menjadi ruang yang strategis untuk saling belajar, memperkenalkan karya, serta membuka peluang kolaborasi bagi pelaku UMKM dan perajin lokal.

Kegiatan di Museum Batik Pekalongan juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan inovasi. Tradisi tetap dijaga, sementara kreativitas terus dikembangkan agar batik mampu menjangkau generasi dan pasar yang lebih luas.

Merawat Warisan, Menghubungkan Kreativitas

Bagi TP. PKK Desa Telukawur, keterlibatan dalam kegiatan tersebut sejalan dengan semangat pemberdayaan perempuan dan masyarakat melalui pengembangan potensi lokal. Jejaring yang terbentuk diharapkan dapat menjadi pintu bagi pertukaran pengalaman, promosi produk, serta penguatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif.

Momentum KREAKOTA 2026 sekaligus mengingatkan bahwa kekuatan batik Indonesia tumbuh dari keberagaman daerah. Setiap daerah memiliki karakter, motif, cerita, dan kreativitas yang menjadi kekayaan bersama.

Dari Jepara ke Pekalongan, batik menjadi penghubung kreativitas—merawat warisan budaya, memperkuat jejaring, dan membuka ruang kolaborasi agar karya lokal terus tumbuh dan berkembang.

Smart Kartini — Menggerakkan Perempuan, Menguatkan Potensi Desa, Melestarikan Budaya.

Galeri Foto