Bunda Literasi Telukawur Perkuat Literasi Lingkungan melalui Sosialisasi Neraca Sumber Daya Laut
Telukawur, 31 Agustus 2026 — Bunda Literasi Desa Telukawur bersama TP. PKK Desa Telukawur turut berpartisipasi dalam kegiatan Sosialisasi Neraca Sumber Daya Laut (NSDL) dan Persetujuan Atas Dasar Informasi Awal Tanpa Paksaan (PADIATAPA) untuk mendukung pengelolaan ekosistem karbon biru berintegritas tinggi di Kabupaten Demak dan Jepara.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 31 Agustus 2026 di Balai Desa Tanggultlare ini menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat untuk memahami pentingnya ekosistem mangrove, sumber daya laut, serta keterkaitannya dengan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir. TP. PKK Desa Telukawur menjadi salah satu unsur masyarakat yang turut diundang dalam kegiatan tersebut.
Melalui Program Bunda Literasi, keterlibatan dalam kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai keikutsertaan dalam sebuah agenda sosialisasi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menumbuhkan budaya belajar dan meningkatkan literasi masyarakat, khususnya perempuan desa, terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan.
Materi mengenai Neraca Sumber Daya Laut memberikan wawasan bahwa kondisi lingkungan pesisir dapat dipahami melalui data dan informasi yang mencakup aspek ekologis, sosial, serta ekonomi. Kondisi mangrove, keanekaragaman hayati, simpanan karbon, hasil perikanan, produktivitas tambak, hingga manfaat perlindungan dari abrasi menjadi bagian yang dapat diperhitungkan dalam melihat nilai dan manfaat sumber daya laut bagi masyarakat.
Bunda Literasi Desa Telukawur memiliki peran strategis dalam menerjemahkan pengetahuan tersebut menjadi pemahaman yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Literasi lingkungan diharapkan dapat tumbuh tidak hanya melalui ruang pendidikan formal, tetapi juga melalui kegiatan kemasyarakatan, pemberdayaan perempuan, keluarga, dan kelompok masyarakat.
Kegiatan ini juga memperkenalkan prinsip PADIATAPA, yang menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat melalui informasi yang memadai dan proses persetujuan yang dilakukan tanpa paksaan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memastikan masyarakat memiliki ruang untuk memahami, memberikan tanggapan, serta menyampaikan masukan terhadap rencana pengelolaan lingkungan dan sumber daya di wilayahnya.
Partisipasi perempuan menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Penyelenggara juga mendorong keterwakilan perempuan, pemuda, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan sebagai bagian dari komitmen Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial (GEDSI).
Bagi Bunda Literasi Desa Telukawur, pengetahuan mengenai lingkungan merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun keluarga dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan sumber daya alam. Perempuan diharapkan dapat menjadi penggerak literasi di lingkungan keluarga dan masyarakat, menyebarluaskan pengetahuan, serta mendorong tumbuhnya kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan pesisir.
Melalui keterlibatan ini, Bunda Literasi Desa Telukawur berkomitmen untuk terus mendorong budaya literasi yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup literasi lingkungan, sosial, ekonomi, dan kehidupan bermasyarakat.
Dengan pengetahuan yang semakin baik, masyarakat diharapkan mampu mengambil bagian dalam menjaga ekosistem mangrove, memahami manfaat sumber daya laut, serta mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan, inklusif, berpengetahuan, dan berwawasan lingkungan.